You are here
Home > Novelisme BroFramestone > Kehilangan

17,437,729 total views, 1,584 views today

Kehilangan

Terkilan menusuk jatung Pria mendengar kelancangan tutur kata Izan yang sedikit pun tidak mengambarkan sedetik kesedaran dari hati dan pemikiran waras Izan.

Bukan niat Pria mematikan amarah yang membara mengalir deras mematikan neuron otak bertindak secara waras. Jiwa remaja Izan terdorong mengikut bisikan halus memberontak mencari kebebasan. Yang ternyata menidak matangkan tindakan mahupun pemikiran dipengaruhi emosi dan dosa silam.

“Lepaskan aku, habis madu sepah kau buang. Pergi kau pada perempuan jalang diluar sana” terungkap dari mulut Izan menguris kesabaran dan kelembutan hati Pria selama ini.

Terdengar sadhu iblis sahut menyahut keriangan selesai menunaikan amanat nenek moyang mereka tika Adam dimuliakan sebaik-baik ciptaan Allah swt

“Sejalang mereka, mereka tidak sesekali menjalang mencari perhatian sepertimu” Balas Pria sambil meramas penumbuk yang tergengam erat menyalurkan aura amarah seperti yang pernah diajar oleh gurunya.

Mungkin benar kata Izan, tetapi siapa yang tahu.

Pria? Mungkin juga. Itupun jika Izan sudi mendengarnya. Sedangkan hati Izan sudah lama mati untuk memahami apa yang ingin Pria sampaikan.

Perempuan-perempuan yang Izan katakan jalang? Mungkin juga. Itupun jika Pria tidak memutar belitkan antara fakta atau auta.

Mungkin Izan sendiri. Cuma tiada kebenaran yang mampu diterima jika acap kali tindakan Izan sentiasa dipengaruhi oleh Emosi tanpa berfikir secara waras. Cukup sekadar memuaskan nafsu amarahnya tanpa sedetik pun terlintas dihatinya kebodohannya mudah dinilai oleh orang sekeliling.

Bagi Pria, mungkin berdiam diri mampu memadam api amarah Izan. Tapi sampai bila?

Ramai yang mengiyakan tindakan Izan tanpa sedikit pun terlintas di hati mereka untuk mengetahui perkara sebenar. Sungguh mudah membuat hipotesis sendiri mengalahkan cikgu kaunseling. Sedangkan Pria acap kali memendam rasa merelakan dijamah nafsu amarah Izan.

“Sampai bila kau ingin bertahan Pria” bisik hati kecil Pria

“Jika tuhan izinkan, biar habis maduku asalkan dia masih disisiku” Ungkap pendek terkeluar dari bibir manis Pria khas untuk dirinya sendiri.

“Aku tahu siapa Izan”

“Aku tahu apa yang diinginkan”

“Aku juga tahu Izan perlukan kekuatan”

“Tetapi.. Mampukah aku..!!Mampukah aku melenyapkan bisikan halus Iblis yang ingin menyesatkan anak Adam seperti yang mereka janjikan”

Racuan di sebalik benak Pria menidak benarkan keangungan Allah swt menjadikannya sebagai khalifah dimuka bumi.

Kehilangan? Apa yang hilang? Sedangkan masih jelas azalinya kelihatan di ruangan mata dikaburi khayalan dunia sementara.

Adakah kesetiaan Pria.

Adakah jiwa suci Izan

Atau ketulusan hati menerima baik buruk yang sedia termaklum diawal bibit cinta

Iblis menari riang. Darah muda mengalir laju. Neuron terhenti menyampaikan isyarat.

Mati dua hati.

Mungkin seketika, mungkin selamanya memenuhi acuan ego jiwa remaja di bawah pengaruh iblis laknatullah.

Seorang puas dengan apa yang telah dilakukannya.

Seorang lagi mengurut dada menaham amarah, mengawal neuronnya untuk berfikir waras. Tidak mudah jiwanya luntur di hasutan iblis. Tetapi Pria tetap seoarang manusia, tidak mudah lari dari tanggungjawab iblis yang menyesatkan Adam dulu,kini, selamanya

***************************************************************

Sekadar coretan novel mini, membiasakan diri untuk berkarya.. Mana la tahu bro jadi seorang penulis Novel

hope Bro mampu menulis Novel dimasa akan datang (Insya’lah)

Bro Framestone
Travel, Parenting dan Lifestyle Influencer di Malaysia. 7 tahun berpengalaman sebagai Social Media Consultant. Mempunyai seorang isteri dan 2 orang anak (belum plan nak tambah lagi)
http://www.hyebro.com/

7 thoughts on “Kehilangan

Leave a Reply

Top